DaylifePresiden Udinese, Giampaolo Pozzo.
UDINE, - Presiden Udinese, Giampaolo Pozzo, mengecam kepemimpinan wasit saat timnya menelan kekalahan 1-4 ketika menjamu Juventus di Stadion Friuli dalam laga lanjutan Serie-A, Minggu (2/9/2012). Ia menilai, kiper Udinese, Zeljko Brkic, tidak perlu mendapat kartu merah langsung dalam laga tersebut.
Dalam laga itu, Udinese harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-11 saat kiper Brkic menerima kartu merah akibat menjegal Sebastian Giovinco di kotak penalti. Setelah itu, Udinese pun rela gawangnya empat kali di bobol oleh Arturo Vidal, Mirko Vucinic, dan dua gol Giovinco. Sementara, Udinese hanya sanggup memperkecil skor melalui torehan Andrea Lazzari.
"Wasit ini telah dua kali datang ke sini (dengan keputusan kontroversialnya). Terakhir kali, dia mengeluarkan Gokhan Inler yang juga diperdebatkan. Ini sangat memalukan, karena keputusannya yang tak adil akan merusak indahnya permainan," ujar Pozzo seperti dilansir Football Italia.
"Kemenangan Juventus di Udine itu biasa terjadi. Tapi, memutuskan sesuatu setelah 15 menit (berunding) tentunya akan mengurangi nilai kepuasan, termasuk juga bagi Juventus," imbuhnya.
"Kartu merah itu sama sekali tidak perlu. Mereka (wasit) ini adalah ofisial Serie-A, mengapa tidak mungkin bagi mereka untuk mengevaluasi hal-hal seperti ini agar benar. Sebuah penalti bisa dipahami, tetapi kartu merah?" tutup Pozzo.
Dengan kekalahan itu, "Le Zebrette" harus puas bercokol di peringkat ke-17 klasemen sementara tanpa meraih satu poin pun dari dua laga Serie-A. Sementara, "La Vecchia Signora" semakin kokoh di puncak dengan poin sempurna, enam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar