GoalWasit Mark Halsey saat memimpin laga Liverpool melawan Manchester United dalam lanjutan Premier League, Minggu, (23/9/2012).
LIVERPOOL, — Wasit Premier League, Mark Halsey, yang memimpin pertandingan Liverpool melawan Manchester United, Minggu (23/9/2012), mengonfirmasi bahwa keluarganya telah melaporkan kepada polisi sejumlah pemilik akun Twitter karena menghinanya seusai laga tersebut. Halsey mendapat kecaman di akun jejaring sosial itu dalam bentuk hinaan terkait penyakit kanker yang pernah dideritanya pada 2009.
"Saya telah mengonfirmasi bahwa keluarga saya telah membuat pengaduan ke polisi (setelah dihina di jejaring sosial)," ujar Halsey.
"Saya akan memberikan keterangan kepada polisi pada Rabu (26/9/2012), setelah memimpin laga Southampton melawan Sheffield Wednesday," jelasnya lagi.
Hinaan itu dilontarkan oleh sejumlah pemilik akun lantaran kecewa dengan keputusan kontroversial Halsey dalam pertandingan yang berakhir 2-1 untuk MU tersebut. Ia dinilai berat sebelah setelah memberi kartu merah Jonjo Shelvey dari lapangan, memberikan hadiah penalti untuk MU, dan tidak memberikan penalti ketika Luiz Suarez dijatuhkan Jonny Evans di kotak terlarang.
Seperti dilansir Daily Mail, dua komentar yang paling ofensif dibuat oleh John Wareing, yang menuliskan, "Saya berharap Mark Halsey mendapat kanker lagi dan meninggal", dalam akunnya @johnwareing1. Begitu juga dengan, John Hughes (@lfcjohn259), yang melontarkan kecaman, "Mark Halsey seharusnya sudah meninggal karena kanker". Saat ini kedua komentar itu sudah dihapus oleh pemilik akun.
Professional Game Match Officials, komisi yang menunjuk wasit-wasit di Premier League, juga menyesalkan adanya hinaan itu dan mendukung rencana Halsey tersebut. "PGMO sangat membenci setiap cacian kepada ofisial pertandingan, baik itu di dalam maupun di luar Stadion," demikian pernyataan PGMO seperti tertuang dalam rilisnya di Press Association Sport.
"Perhatian utama kami adalah masalah yang dihadapi Mark dan keluarganya. Begitu juga dengan seluruh ofisial pertandingan. Akan ada tim bantuan untuk mereka di sana," lanjut pernyataan PGMO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar