ARY WIBOWOPerwakilan Komite Bersama PSSI dari pihak KPSI, Hinca Panjaitan (tengah) dan Djoko Driyono (kanan), saat menggelar jumpa pers terkait kinerja Komite Bersama PSSI di Kantor KPSI, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
JAKARTA, — Komite Bersama (Joint Committee) PSSI dikabarkan segera memulai pekerjaannya untuk menyelesaikan persoalan dualisme kompetisi pada akhir Juni.
Kabar tersebut diungkapkan salah satu Wakil Komite Bersama KPSI, Hinca Panjaitan, saat melakukan jumpa media di Kantor KPSI, Jakarta, Rabu (20/6/2012) sore.
"Joint Committee sampai saat ini masih menunggu jawaban dari FIFA dan AFC untuk memulai pekerjaannya. Pasti secepatnya akan keluar instruksi itu. Kemungkinan akhir bulan ini sudah bisa berjalan," ujar Hinca.
Selain Hinca, KPSI menunjuk tiga wakil lainnya, yakni Djoko Driyono, Djamal Aziz, dan Togar Manahan Nero. Mereka akan bekerja sama dengan perwakilan dari PSSI yang telah menunjuk empat nama, yaitu Todung Mulya Lubis, Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar, Wakil Ketua Komisi Disiplin Catur Agus Saptono, dan CEO PT LPIS Widjajanto.
Komite Bersama PSSI dibentuk setelah kedua kubu yang bertikai—PSSI dan KPSI—setuju untuk menandatangani nota kesepahaman beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Komite itu nantinya bertugas mengevaluasi dua kompetisi lokal—Indonesian Premier League dan Indonesia Super League—agar secepatnya membentuk satu-satunya liga sepak bola tertinggi di Indonesia.
Komite akan bekerja di bawah pengawasan satuan tugas AFC Indonesia plus bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan FIFA dan AFC untuk memeriksa Statuta PSSI dan masalah keorganisasian lain.
Komite bersama itu terdiri dari ketua yang ditunjuk PSSI, wakil ketua yang ditunjuk oleh ISL/KPSI, serta enam anggota yang terdiri dari tiga perwakilan PSSI dan ISL/KPSI.
Ditambahkan, mengenai kinerja Komite Bersama tersebut, KPSI telah mempersiapkan beberapa data untuk menyelesaikan persoalan sepak bola nasional.
Hinca berharap, sebelum komite bekerja, semua pihak terkait dapat menghormati dan menjalankan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati beberapa waktu lalu dengan baik.
"Jadi, sebelum kongres dimulai paling lambat akhir 2012 ini, semua pihak harus mengambil kebijakan dengan baik. Kita harus kembali pada MoU dan menghormati apa yang sudah ditandatangani. Kita duduk dengan pikiran yang sama juga demi kepentingan sepak bola nasional," tegas Hinca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar