AFPPenyerang Pantai Gading, Gervinho, merayakan golnya ke gawang Mali, pada semifinal Piala Afrika 2012, di Stade dAngondje, Libreville, Gabon, Rabu (8/2/2012).
DAKAR, - Laga lanjutan Pra-Piala Afrika Afsel 2013 antara Senegal kontra Pantai Gading, di Stadion Leopold Sedar Senghor, Sabtu (13/9/2012), terpaksa dihentikan karena penonton bertindak rusuh, dengan melemparkan petasan, batu, bangku, dan botol ke dalam lapangan.
Kerusuhan itu berawal saat Pantai Gading mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-75. Ketika sang algojo, Didier Drogba, berhasil menceploskan bola ke gawang Senegal, penonton yang kecewa dengan keputusan wasit langsung melemparkan benda-benda berbahaya.
Para pemain tim tamu yang takut terkena lemparan benda tersebut kemudian berkumpul di tengah lapangan, dengan kawalan puluhan aparat keamanan. Gas air mata terpaksa dilontarkan untuk menghentikan aksi anarkistis tersebut.
"Setelah ditunda 40 menit, kami memutuskan menunda pertandingan," demikian pernyataan salah seorang pejabat di Stadion Leopold Sedar Senghor yang tak disebutkan namanya
Keunggulan dua gol tanpa balas yang semuanya diborong Drogba itu, sementara membuat Pantai Gading unggul agregat 6-2 atas Senegal. Dalam pertemuan pertama 8 September lalu, "Les Elephants" --sebutan Pantai Gading-- menang 4-2, berkat gol Salomon Kalou, Gervinho, Drogba, dan Max Gradel.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut kapan pertandingan kedua tim kembali digelar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar