/ Okky Herman DilagaPenyerang Tim Nasional U-23 Indonesia, Andik Vermansyah (kanan), pada laga Batik Cup melawan Persis Solo, di Stadion Manahan, Sabtu (20/10/2012).
SOLO, - Persiapan tim sepak bola nasional usia di bawah 23 tahun (U-23) jelang SEA Games 2013 masih terkendala masalah pemilihan pemain. Asisten pelatih timnas U-23, Liestiadi, mengatakan, timnya masih kekurangan pilihan pemain yang diproyeksikan akan membela Indonesia di SEA Games.
Untuk menjaring para pemain muda berbakat tersebut, mantan pemain timnas Indonesia, Rochy Putiray, mendapat mandat dari asisten pelatih timnas U-23, Widodo Cahyono Putro. Rochy diminta memantau para pemain muda di ajang Batik Cup 2012. "Timnas U-23 masih kekurangan pemain. Kasihan pelatih dalam hal pemilihan pemain. Saya ditugaskan Widodo untuk memantau para pemain muda di turnamen Batik Cup 2012," kata Rochy kepada wartawan, Minggu (21/10/2012).
Rochy cukup khawatir dengan keadaan timnas U-23 arahan Aji Santoso. Hal utama yang membuat kondisi itu tak kunjung membaik adalah masalah dualisme di sepak bola Indonesia. Ia mengatakan, para pemain muda seharusnya tahu bahwa kompetisi sah adalah kompetisi yang diselenggarakan di bawah naungan PSSI. Ia berharap para pemain bisa bersikap dewasa dengan tampil dalam kompetisi resmi.
"Jika tak bisa main di kompetisi lain, mereka bisa tampil di liga resmi PSSI. Hanya ada beda status kompetisi saja kalau mereka pindah," ujarnya.
Timnas U-23 ikut bertanding dalam turnamen Batik Cup 2012 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Mereka tersingkir setelah dikalahkan Persis Solo dalam adu penalti, Sabtu (20/10/2012).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar